Sunday, 6 November 2016

Pentingnya Mempunyai dan Menambah Faktor Kali ( Prinsip ke-2 )

Pentingnya Mempunyai dan Menambah Faktor Kali 

Prinsip ke-2 dari 24Prinsip Milyarder yang mencerahkan




Yang dimaksud faktor kali adalah sesuatu hal yang sekali kita sentuh akan berefek multyplier (kelipatan). Entah itu yayasan, entah itu orang, entah itu perusahaan, entah itu negara, entah itu teknologi, entah itu  mass  media  yang  sekali  kita  sentuh, akan membuat nilai tambah kita mendadak  membuat efek multyplier (kelipatan) kepada banyak orang sekaligus dan seketika.
Orang yang kaya, Dia mempunyai nilai tambah dan Dia menggunakan Faktor Kali. Orang biasa mempunyai nilai tambah, tapi Dia lupa faktor  kali.
Ilustrasinya:

Ada  orang  yang  mempunyai  bengkel, Ia membuat bengkelnya sedemikian bagusnya.
Servisnya bagus, cepat, bersih, dan murah. Itu adalah nilai tambah  yang  luar  biasa, akibatnya bengkelnya  ramai.  Tapi  ia  lupa  FAKTOR KALI.

Ketika  begitu  banyak pelanggan datang, ia tidak bisa tangani dengan baik karena ia mempunyai kapasitas tertentu. Bisakah ia kaya?

Ya, Dia bisa kaya.

Kaya sekali ?

Tidak !!

Orang-orang yang Kaya Raya menggunakan Nilai Tambah dan Faktor Kali.

Oke, contoh yang sama.. Misalnya, bengkel tadi..

Da menggunakan karyawan tambahan, Dia memperluas bengkelnya, Dia menggunakan teknologi. Sehingga Dia bisa melayani dengan sangat - sangat lebih cepat dan lebih baik lagi.

Kemudian Dia juga membuka cabang, dan lalu Dia menjual Franchise.
Naah, itu adalah contoh penerapan Faktor Kali.

Dan  faktor  kali  berikutnya  ketika  franchise-nya  jaya  dan  omzetnya  begitu  besarnya, kemudian Dia Go Public, sehingga  banyak  orang  mendapatkan  keuntungan / nilai  tambah  dan saham perusahaannya.

Itulah  faktor  kali…
Akibatnya  Dia  menjadi  sangat  kaya,  lebih  kaya  dibandingkan  dengan  satu  orang  yang mempunyai bengkel satu.

Namun harus hati-hati, orang yang celaka  di dalam hidup, mereka tidak mempunyai nilai tambah dan mereka  tidak  mempunyai  faktor  kali.  
                                                     
Misalnya,  mereka  bekerja  sehari-hari  dan  terus  bekerja  dengan biasa  saja,  yang  fungsi  mereka bisa  digantikan oleh orang  lain,  otomatis  Dia  tidak  mempunyai  nilai tambah, karena  bisa digantikan oleh orang lain.

Kalau Dia  tidak  bisa  digantikan  oleh  orang  lain  dalam pekerjaannya, otomatis sebetulnya Dia sudah mempunyai nilai tambah yang lebih dibanding orang lain.

Ketika  Dia bisa digantikan  dengan  mudah  oleh  siapapun  dalam  pekerjaannya,  misalnya  seperti orang bukakan pintu dan Dia hanya bukakan pintu saja, pekerjaan ini bisa digantikan oleh siapapun yang masih hidup dan normal.

Jadi Dia tidak mempunyai nilai tambah, dan kemudian Dia tidak punya faktor kali, karena Dia hanya melayani satu orang, atau satu perusahaan saja. Akibatnya Dia hidupnya akan biasa-biasa saja.

Lalu, Orang yang Pembawa Bencana adalah orang yang lupa Nilai Tambah dan Dia sibuk membuat Faktor Kali.

Seperti  orang  yang  membeli  satu  perusahaan  dan kemudian Dia merekayasa keuangan perusahaan  itu. Kemudian sahamnya digoreng naik dan dijual kepada banyak orang, seolah-olah orang lain mempunyai nilai tambah dan mendapatkan nilai tambah dan perusahaan tadi.

Tetapi ternyata dalam beberapa saat perusahaannya jadi hancur, bahkan jadi kosong/ nol karena Dia jual lagi sahamnya dan Dia dapat uang yang banyak. Betul Dia bisa kaya dengan cara seperti itu, tapi orang ini adalah pembawa bencana, dan Dia bukan Milyarder yang mencerahkan.

Sekali  lagi  saya  tekankan  di  sini,  Orang - orang  yang  sangat  kaya mempunyai  Nilai  Tambah, dan  Dia Kali-kan , sehingga orang banyak bisa merasakan Nilai Tambah tersebut.


faktor kali, faktor kali dalam bisnis,faktor kali adalah ,faktor kali dalam wirausaha, faktor kali dalam penjualan, faktor kali dan nilai tambah,faktor kali dalam pemasaran,faktor kali tung desem waringin, faktor kali dalam usaha,

No comments:

Post a Comment